Login
Coba Sekarang

10 Dessert Tradisional Khas Indonesia Ini Bikin Kamu Ketagihan

Wanda Indana
Wanda Indana
|
Feb 27, 2023
10 Dessert Tradisional Khas Indonesia Ini Bikin Kamu Ketagihan
Daftar Isi
Scale-up Bisnismu Sekarang!

Ribetnya operasional, serahkan pada Opaper!

Bukan cuma makanan barat yang memiliki varian hidangan pencuci mulut alias dessert, Indonesia juga punya makanan tradisional yang akan menutup akhir sesi makananmu dengan rasa manis yang memanjakan lidah. 

Kalau di luar negeri, dessert identik dengan makanan penutup. Dessert di Indonesia berbeda, lebih dikenal dengan makanan manis yang bisa dikonsumsi kapan saja. Jenis makanan ini biasanya disebut sebagai camilan.

Makanan penutup Indonesia dari berbagai daerah memiliki rasa khas yang kuat. Bahkan ada yang memakai rempah sebagai penyedapnya.

Penasaran makanan penutup apa saja yang wajib dicoba ketika berlibur ke daerah tersebut? Berikut 10 makanan penutup Indonesia dari berbagai daerah yang wajib dicicipi.

Penasaran dessert khas Indonesia apa saja yang wajib dicoba? Berikut 15 dessert khas Indonesia dari berbagai daerah yang wajib dicicipi.

Martabak Manis atau Terang Bulan

Sumber: Martabak Top Bandung 67

Martabak manis merupakan makanan khas masyarakat Bangka Belitung. Nama aslinya, Hok Lo Pan yang diciptakan oleh orang-orang etnis Hakka Bangka. Itulah mengapa martabak manis juga sering dikenal dengan sebutan martabak Bangka.

Martabak manis merupakan jenis kue dadar berupa adonan tepung terigu yang dipanggang, diberi topping, dan dilipat. Mulainya, topping martabak cuma berupa gula dan wijen yang disangrai. Seiring perkembangan zaman, taburan untuk martabak semakin bervariasi. Sekarang banyak adonan martabak memiliki varian rasa kekinian seperti green tea dan red velvet.

Gemblong

Sumber: Kompas

Gemblong terbuat dari beras ketan putih yang disajikan dalam berbagai cara, ada yang digoreng, dibakar, ditaburi serundeng atau parutan kelapa, dan pula yang diberi santan. Bagian luarnya dilapisi gula merah cair yang mengkristal setelah kering.  

Karena terbuat dari ketan, tekstur gemblong lebih liat dan empuk. Tapi, kalau proses pembuatannya keliru gemblong bisa menjadi keras. Meski adonannya sedikit gurih berkat penggunaan kelapa parut, namun cita rasa gemblong dominan manis karena dilapisi gula merah pada bagian luar. 

Serabi atau Surabi

Sumber: Wikipedia

Makanan manis ini juga salah satu jenis makanan tradisional yang cukup dikenal luas di Indonesia. Biasanya, masyarakat memaknai kata ‘serabi’ dengan makanan yang dibuat dari tepung beras dan santan yang dimasak di atas arang. Ada beberapa jenis Serabi yang memiliki variasi yang cukup berbeda di setiap daerah. 

Serabi di Solo, dibuat dari tepung beras dicampur santan dan dipanggang diatas arang. Ciri khasnya, pada pinggiran Serabi berbentuk tipis dan garing sedangkan bagian tengah lebih padat. Serabi solo biasanya tidak memiliki topping, tapi ada juga yang diberi taburan berupa potongan buah pisang atau nangka.

Kalau di Bandung, adonan Serabi dibuat dari campuran tepung terigu, telur, dan air kelapa. Serabi bandung ada dua rasa, yaitu manis dan asin. Biasanya Serabi Bandung dimakan dengan kuah kinca yaitu kuah dari campuran gula merah, santan, dan daun pandan. 

Serabi Bandung biasanya berwarna putih atau hijau. Seiring perkembangan zaman, kini serabi Bandung hadir dengan variasi topping yang beraneka ragam seperti sosis keju, kornet, telur,coklat keju, dan lain-lain.

Kue Pukis

Sumber: DA Kukis

Sepintas Kue Pukis memang mirip Kue Cubit, hanya saja ukurannya lebih besar dan adonannya lebih padat. Kue Pukis terbuat dari adonan berbahan dasar tepung terigu, telur, gula pasir, santan dan dimasak dalam wajan cetakan setengah bulan serta dipanggang di atas api, bukan oven. Boleh dibilang, Pukis adalah modifikasi dari kue wafel. 

Untuk toppingnya bermacam-macam, seperti diberi taburan keju, coklat butir, selai nanas, sukade—semacam manisan buah dari pepaya dan dipotong kecil-kecil serta berwarna warni atau kacang.

Dari segi tampilan, Kue pukis memiliki bentuk dan warna yang khas. Bagian atasnya berwarna kuning sementara di bagian bawah berwarna kecoklatan. Pukis mudah dijumpai di berbagai tempat, mulai dari kaki lima hingga di toko-toko kue.

Kue Lapis

Sumber: Wikipedia

Seperti namanya, kue lapis terdiri dari adonan disusun secara berlapis-lapis. Biasanya, adonannya memiliki dua warna. Bahan utama pembuatan kue lapis adalah tepung beras, tepung kanji, gula pasir, garam, santan, dan pewarna makanan. Kue jenis ini dibuat dengan cara dikukus.  

Setiap lapisan kue lapis dikukus secara terpisah, lalu adonan lainnya ditambahkan di atasnya sampai jumlah yang diinginkan. Kue lapis bertekstur kenyal dan rasanya manis. Cara makannya, bisa langsung melahap atau bertahap sambil melepas lapisannya satu-persatu.

Kue Cucur

Sumber: Wikipedia

Kue cucur juga menjadi salah satu dessert tradisional yang ada di Nusantara dan disukai banyak orang. Kue berbentuk pipih berwarna kecoklatan ini menjadi salah satu kue khas betawi yang digemari masyarakat yang tinggal di kawasan Jabodetabek ini.

Kue cucur terbuat dari bahan utama tepung beras. Warna coklat pada kue cucur berasal dari gula merah. Gula merah ini juga yang membuat kue ini terasa manis dan memiliki tekstur sedikit berserat.

Bika Ambon

Sumber: Wikipedia

Jangan terkecoh ya, walaupun namanya bika Ambon, makanan satu ini justru berasal dari Medan, Sumatera Utara. Dinamai demikian konon katanya dijual pertama kali di Jalan Ambon, Medan. Kue ini terbuat dari bahan-bahan seperti tepung tapioka, telur, gula, dan santan. Bika Ambon kini dijual tidak hanya rasa asli tetapi sudah ada varian rasa lainnya seperti keju, pandan, durian, dan coklat dan sebagainya.

Kue satu ini memiliki ciri khas dengan warna yang kuning dan memiliki rongga-rongga di bagian dalamnya. Dalam pembuatannya, Bika Ambon dibuat dengan menambahkan pengembang dari bahan nira supaya rasa manisnya lebih terasa dan aroma yang khas. 

Klepon

Sumber: Dessert Island

Klepon juga salah satu jenis jajanan tradisional berasa manis yang digemari masyarakat Indonesia. Bentuknya seperti bola-bola kecil berwarna hijau dengan isian gula Jawa atau gula merah dan ditaburi parutan kelapa.

Klepon bertekstur kenyal karena terbuat dari bahan utama tepung kanji. Biasanya disantap sebagai camilan pada pagi dan sore hari. Selain bentuknya yang unik, kue pasar yang satu ini juga menyimpan sejarah dan filosofi yang menarik lho.

Nagasari

Sumber: Wikipedia

Nagasari atau Kue Nogosari (sebutan dalam bahasa Jawa) merupakan jenis kue basah tradisional yang populer di kalangan masyarakat Jawa. Nagasari biasanya ini disajikan saat hari besar menurut Kalender Jawa atau acara -acara adat lainnya. Seperti acara pernikahan dan Kenduri.

Nagasari terbuat dari tepung beras, tepung tapioka, gula pasir, santan, air, pandan dan pisang. Pisang yang biasa digunakan sebagai isian adalah jenis pisang raja. Kue ini dibalut dengan daun pisang lalu dikukus. 

Nagasari juga bisa dikukus dengan balutan daun pandan untuk mendapatkan aroma wangi. Paduan potongan pisang yang dibalut dengan tekstur adonan yang lembut bikin kue ini memiliki cita rasa yang khas.

Kue Talam

Sumber: Wikipedia

Hidangan pencuci mulut terakhir adalah Kue Talam. Kue ini salah satu camilan tradisional yang dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Kue talam memiliki citra rasa campuran manis dan gurih. 

Rasa gurih kue talam berasal dari santan yang menjadi salah satu bahan utamanya. Pada bulan puasa, kue talam menjadi salah satu menu berbuka puasa. Perlu diingat, kue ini masuk kategori kue basah, jadi tidak akan bertahan lama saat dihidangkan.

Mungkin kamu juga tertarik membaca artikel ini

Yuk, ikut baca-baca berita seputar Opaper dan tips-tips yang membantu memajukan bisnismu.
Lihat semua artikel