Login
Coba Sekarang

Gampang! Begini Cara Melakukan Competitor Analysis yang Tepat!

Arabella Amanda
Arabella Amanda
|
May 13, 2023
Gampang! Begini Cara Melakukan Competitor Analysis yang Tepat!
Daftar Isi
Scale-up Bisnismu Sekarang!

Ribetnya operasional, serahkan pada Opaper!

Kalau kamu berbisnis mesti siap bersaing. Persaingan merupakan hal yang sudah lazim di dunia bisnis. Tak bisa dihindari.

Nah, salah satu hal yang penting untuk dilakukan untuk memenangkan persaingan adalah competitor analysis. Apalagi kalau kamu bergerak di bidang bisnis F&B. Memantau pergerakan kompetitor mesti dilakukan.

Adapun salah satu manfaat menerapkan competitor analysis atau analisis kompetitor pada bisnis supaya dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan pesaing. Dengan begini, kamu jadi bisa menentukan langkah atau strategi yang menciptakan peluang bagi bisnis untuk berkembang. 

Sejauh ini, sudah seberapa dalam kamu melakukan analisa pesaing bisnis? Apakah cuma melihat situs website dan media sosial mereka saja? Itu sudah bagus, tapi kurang efektif dan efisien.

Jangan khawatir, berikut ini akan diulas apa itu competitor analysis dan bagaimana melakukannya dengan efektif dan efisien. 

Langsung saja, yuk simak pembahasannya berikut ini:

Apa itu Competitor Analysis?

Seperti dilansir Hubspot, competitor analysis dapat didefinisikan sebagai suatu strategi marketing dengan mengidentifikasi kompetitor dengan meneliti produk, penjualan, dan strategi pemasaran.

Oleh karena tujuan analisis kompetitor untuk mendapatkan wawasan tentang produk, penjualan, dan taktik pemasaran pesaing, maka kamu akan lebih mudah menentukan strategi bisnis yang lebih kuat dan mendapatkan pangsa pasar yang sesuai.

Sebab, tidak bisa dimungkiri, semakin ke sini jumlah kompetitor tentu semakin banyak dan bertambah terus seiring berjalannya waktu. 

Maka pelajari mereka lebih dalam, cari peluang untuk dapat meningkatkan strategi bisnis atau hal-hal unik yang belum dilakukan oleh kompetitor.

Misalnya, produk dari pesaing ada kelemahan dalam sisi desainnya. 

Nah, kalau sudah mengetahui hal tersebut, kamu bisa fokus mengembangkan produkmu supaya lebih baik dari pesaing. 

Baca juga 5 Strategi Unik yang Bisa Kamu Terapkan di Coffee Shop-mu 

Kapan Competitor Analysis dilakukan?

Melakukan Competitor Analysis bisa kapan saja, namun ada beberapa waktu yang biasanya sering dimanfaatkan untuk melakukan Competitor Analysis. Antara lain sebagai berikut:

  • Saat merumuskan product requirement.Competitor Analysis dapat dilakukan ketika di awal masa kuartal saat menentukan tujuan dari kuartal ini.
  • Sebelum melakukan redesign. Competitor Analysis juga diperlukan ketika melakukan perubahan besar-besaran pada product.
  • Saat kompetitor melakukan perubahan besar. Waktu yang tepat untuk Competitor Analysis yang terakhir adalah ketika pesaing melakukan perubahan besar. Pada momen ini kita mesti menganalisa alasan mengapa pesaing melakukan hal tersebut. Lalu, temukan cara untuk mengantisipasi perubahan tersebut.

Jenis-jenis Competitor Analysis

Sebelum membahas cara melakukan Competitor Analysis, ada baiknya kamu memahami lebih dulu Competitor Analysis

Pada umumnya, Competitor Analysis dibedakan menjadi dua jenis, Desk Research atau juga disebut dengan remote-research dan yang kedua Talk to User.

Desk Research

Desk Research itu analisa kompetitor dengan memanfaatkan internet, jurnal, sumber online yang kredibel dan lain sebagainya. 

Talk to User

Kalau Talk to User, analisanya dengan berbicara langsung dengan user aslinya. Bisa melalui survey, Interview, dan sebagainya.

Kamu dapat memilih kedua jenis Competitor Analysis tersebut tergantung dengan apa yang kamu ingin cari tau. Tapi yang jelas, ketika melakukan Talk to User kamu akan mendapatkan insight yang lebih objektif dan tidak tercampuri opini pribadi kita.

Cara Membuat Competitor Analysis yang Efektif dan Efisien

Seperti yang sudah dijelaskan di atas,  Competitor Analysis bertujuan memberikan kamu insight untuk dapat mengembangankan produk dan keputusan pemasaran bisnis. Untuk memahami lebih detail tentang analisis kompetitor sebagai berikut:

1. Identifikasi Pesaing Bisnis

Step pertama yang bisa kamu lakukan  untuk membuat Competitor Analysis adalah dengan mengidentifikasi siapa pesaing bisnis kamu. Kamu bisa membagi kompetitor dalam tiga kategori: Kompetitor langsung, kompetitor tidak langsung, dan kompetitor pengganti.

  • Kompetitor langsung merupakan pesaing utama yang harus dianalisis untuk mengevaluasi kelayakan produk dan memperkirakan hambatan masuk.
  • Kompetitor tidak langsung merupakan penjual online yang menawarkan produk yang berbeda dalam beberapa hal, namun dapat memenuhi permintaan pelanggan yang sama. Kamu bisa menganalisis mereka untuk mengevaluasi ide produk dan pasar baru.
  • Kompetitor pengganti merupakan pesaing bisnis dengan potensi yang bisa mengganti produk kamu dengan sesuatu yang sangat berbeda.
    Misalnya seperti Gojek dan Grab yang menggantikan taksi konvensional atau OYO dan Airbnb yang mengikis pasar hotel.

2. Analisis SWOT

Langkah berikutnya membuat analisis SWOT para pesaing. SWOT merupakan salah satu cara terbaik untuk memvisualisasikan bagaimana kamu bisa menghadapi para kompetitor.

Dalam membuat SWOT kamu bisa menganalisis perspektif kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dimiliki pesaing. Selain itu, kamu juga bisa  menggunakan analisis SWOT untuk menganalisis perspektif bisnis kamu sendiri.

Dengan mengetahui seluruh perspektif tersebut, kamu jadi bisa membuat perencanaan pemasaran dan penjualan yang lebih spesifik serta efektif untuk bisnis.

3. Cek Website Pesaing

Kalau pesaingmu memiliki blog, maka langkah selanjutnya adalah dengan menganalisis  search engine optimization (SEO) dari pesaing. 

Untuk menganalisis pergerakan SEO kompetitor, kamu bisa menggunakan tools seperti Ahrefs, SEMRush, Ubersuggest, dan lain sebagainya. 

Nah dari situ, lakukan riset keyword yang tepat supaya kontenmu dapat berada di peringkat teratas halaman Google dan mengalahkan kompetitor.

4. Tentukan posisi pasar kompetitor

Cara berikutnya dengan menentukan posisi pasar pesaing, apakah mereka adalah pesaing langsung atau tidak langsung. 

Upaya ini dilakukan untuk membantu kamu kamu mengetahui proposisi nilai unik mereka dan bagaimana cara memanfaatkan posisi tersebut untuk meningkatkan bisnis kamu.

5. Bandingkan harga dan penawaran yang diberikan kompetitor

Membuat Competitor Analysis berikutnya adalah mengidentifikasi bagaimana pesaing yang berbeda memberi harga pada produk mereka, dan bagaimana kamu dapat menyesuaikannya. 

Cara ini akan memberikanmu beberapa data dasar tentang seberapa banyak orang bersedia membayar untuk berbagai jenis barang dari brand yang berbeda. 

Selain itu, kamu juga perlu mengetahui faktor objektif lainnya, seperti kualitas atau jangkauan fitur yang bisa mempengaruhi sensitivitas harga yang ingin dibayar konsumen.

Baca juga 5 Trik Jitu Tingkatkan Loyalitas Pelanggan 

6. Mereview media sosial pesaing

Dengan menganalisa media sosial kompetitor, kamu jadi bisa mengetahui voice of customer (VOC) yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan produk dan penentuan posisi merek.

Dari sini, analisis bagaimana pesaing merespons permintaan dukungan, menanggapi pertanyaan produk, serta pola yang mereka lakukan di media sosial.

Baca juga 9 Strategi Pemasaran di Instagram untuk Cafe dan Restoran 

7. Pelajari teknologi yang digunakan pesaing

Kamu juga mesti mencari tahu tentang bagaimana pesaing mengonfigurasi dan memperluas teknologi untuk menciptakan pengalaman merek yang unik. 

Iya, Teknologi memang salah satu aset nyata yang wajib dimiliki bisnis apapun. 

Namun ini bukan soal seberapa canggih teknologi yang dimiliki oleh pesaing, tetapi tentang bagaimana teknologi itu dapat digunakan dan berdampak nyata pada bisnis.

Lihat Fitur Aplikasi Opaper disini 

8. Gunakan alat dan metode tertentu

Kalau cara membuat analisis kompetitor seperti yang dijelaskan di atas masih terlihat cukup sulit dan merepotkan, maka kamu bisa  menggunakan bantuan alat atau metode tertentu yang bisa membantumu menganalisis kompetitor.

Misalnya seperti menggunakan template analisis SWOT, template pemetaan persepsi, kerangka kerja Resource-Based View (RBV), analisis lima kekuatan porter dan lain sebagainya.

Mungkin kamu juga tertarik membaca artikel ini

Yuk, ikut baca-baca berita seputar Opaper dan tips-tips yang membantu memajukan bisnismu.
Lihat semua artikel