Login
Coba Sekarang

10 Provinsi dengan Pendapatan Industri F&B Tertinggi di Indonesia (2020)

Karina Sofyan
Karina Sofyan
|
Feb 27, 2023
10 Provinsi dengan Pendapatan Industri F&B Tertinggi di Indonesia (2020)
Daftar Isi
Scale-up Bisnismu Sekarang!

Ribetnya operasional, serahkan pada Opaper!

Dari 34 provinsi di Indonesia, 10 provinsi berikut terhitung memiliki pendapatan tertinggi di tahun 2020. Lihat data yang kami kompilasi dari rilisan statistik BPS di bawah ini.

Outlet Food & Beverage di 10 Provinsi ini punya Pendapatan Tertinggi!

Provinsi Pendapatan (dalam jutaan rupiah)
DKI Jakarta 19,761,078
Jawa Barat 5,070,555
Jawa Timur 2,687,304
Banten 2,453,363
Kalimantan Timur 1,102,729
Jawa Tengah 832,354
Sumatera Selatan 831,596
Sulawesi Selatan 815,674
Bali 604,625
D.I. Yogyakarta 583,846

1. DKI Jakarta

Industri kuliner dari DKI Jakarta berada pada urutan pertama dengan total pendapatan Rp19,76 triliun. 

Total pendapatan ini dihasilkan masing-masing dari pendapatan utama*) sebesar Rp 19,6 triliun, dan pendapatan lainnya**) sebesar Rp 68,4 miliar.

2. Jawa Barat

Berada di tempat kedua adalah pendapatan bisnis makanan dan minuman dari Jawa Barat dengan total pendapatan Rp 5,07 triliun sepanjang tahun 2020.

Total pendapatan ini terdiri dari Rp 5,04 triliun dari pendapatan utama dan Rp 25 miliar dari pendapatan lainnya.

3. Jawa Timur

Industri kuliner Jawa Timur berada di tempat ketiga dengan total pendapatan sebesar Rp 2,68 triliun.

Angka ini dibagi menjadi Rp 2,67 triliun dari pendapatan utama, dan Rp 11 miliar dari pendapatan lainnya.

4. Banten

Provinsi Banten berada di posisi ke-4, dengan total pendapatan dari industri F&B-nya sebesar Rp 2,45 triliun.

Dengan Rp 2,44 triliun yang dihasilkan dari pendapatan utama, pelaku industri di Banten juga mendapatkan Rp 7,5 miliar dari pendapatan lainnya.

5. Kalimantan Timur

Tepat berada di bawah provinsi Banten, Industri makanan dan minuman dari Kalimantan Timur berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar Rp 1,1 triliun sepanjang tahun 2020.

Total pendapatan ini terdiri atas Rp 1,04 triliun dari pendapatan utama dan Rp 61 miliar dari pendapatan lainnya.

6. Jawa Tengah

Industri kuliner provinsi Jawa Tengah berada di urutan ke-6, dengan total pendapatan sebesar Rp 832 miliar.

Figur angka ini terbagi atas pendapatan utama sebesar Rp 830 miliar dan pendapatan lainnya yang menyumbangkan Rp 2,29 miliar.

7. Sumatera Selatan

Berada di urutan ke-7 dengan total pendapatan Rp 831 miliar sepanjang tahun 2020 adalah provinsi Sumatera Selatan.

Pendapatan ini terbagi atas pendapatan utama sebesar Rp 828 miliar dan pendapatan lainnya yang menyumbangkan Rp 2,7 miliar.

8. Sulawesi Selatan

Outlet penyedia makanan dan minuman Sulawesi Selatan berada di posisi 8 dengan pendapatan total sebesar Rp 815,6 miliar.

Angka ini terdiri atas Rp 815,5 miliar dari pendapatan utama, dan Rp 123 juta dari pendapatan lainnya.

9. Bali

Industri kuliner Bali yang cukup terdampak saat pandemi merebak tahun 2020 berada di urutan ke-9 dengan total pendapatan sebesar Rp 604 miliar.

Figur ini dibagi atas Rp 597 miliar dari sumber pendapatan tetap dan Rp 6,7 miliar dari pendapatan lainnya.

10. D.I. Yogyakarta

Kota pelajar Yogyakarta ini pelaku bisnis F&B-nya meraup total pendapatan sebesar Rp 583 miliar sepanjang 2020.

Dengan pendapatan utama sebesar Rp 580 miliar, para pelaku bisnis kuliner di kota budaya ini juga mendapat sumber pendapatan lainnya sebesar Rp 3,79 miliar.

Catatan:

*) Pendapatan utama adalah nilai dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu usaha dari kegiatan utama. 

**)Pendapatan lainnya adalah pendapatan bukan dari kegiatan utama tapi masih berkaitan kegiatan utama serta pendapatan lain perusahaan yang bukan merupakan hasil dari pengelolaan perusahaan seperti: bunga atas simpanan, dividen, royalti/hak cipta, dan sejenisnya

Sumber referensi: Badan Pusat Statistik Nasional

Mungkin kamu juga tertarik membaca artikel ini

Yuk, ikut baca-baca berita seputar Opaper dan tips-tips yang membantu memajukan bisnismu.
Lihat semua artikel